Hot Topics

Moluccas Raya Jakarta: Kecam Keras Kekerasan dan Rasisme di Tambak Matraman

Jakarta, Moluccas Raya Jakarta menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa kekerasan yang terjadi di kawasan Tambak Matraman, Jakarta. Kami menilai tragedi ini tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga mengancam nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.

Kami mengecam tegas segala bentuk keributan, penganiayaan, dan perusakan lapak pedagang yang terjadi. Tindakan brutal tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Setiap warga negara wajib menjunjung tinggi ketertiban umum dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur musyawarah atau hukum, bukan dengan kekerasan. Kata Melvrid Souhaly, Senin, (27/07/2026)

Di sisi lain, kami juga menyayangkan adanya tindakan main hakim sendiri yang justru berujung pada hilangnya nyawa. Dalam negara hukum seperti Indonesia, tidak ada ruang bagi pembalasan di luar koridor hukum. Kekerasan yang dibalas dengan kekerasan hanya akan melahirkan korban baru dan memperpanjang siklus penderitaan. Kami meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan serta penegakan hukum kepada aparat kepolisian. Tegas Melvrid Souhaly.

Yang tidak kalah memprihatinkan adalah maraknya komentar bernada rasis dan diskriminatif di media sosial yang menyerang kelompok berdasarkan suku, ras, dan agama tertentu. Menghina masyarakat Ambon dengan sebutan seperti “monyet”, “baru keluar dari hutan”, atau istilah merendahkan lainnya merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan tidak bisa ditoleransi.

Kami menegaskan bahwa kesalahan individu adalah tanggung jawab pribadi, bukan cerminan identitas seluruh suku atau komunitasnya. Menggeneralisasi tindakan dua orang kepada jutaan warga berlatar belakang Maluku adalah tindakan tidak adil, keliru, dan berpotensi memecah belah persatuan. Serangan terhadap identitas kedaerahan sama bahayanya dengan serangan fisik di jalanan. Lanjut Melvrid.

Menyikapi situasi ini, Moluccas Raya Jakarta mengimbau:

1. Mengutuk semua bentuk kekerasan, baik yang dilakukan oleh pelaku keributan awal maupun pihak yang melakukan aksi balasan ilegal.

2. Menolak segala bentuk ujaran kebencian, rasisme, dan provokasi SARA yang beredar di linimasa media sosial.

3.Mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum (Polri) agar fakta terungkap secara transparan, pelaku utama diproses secara adil, dan keadilan benar-benar ditegakkan.

Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang memecah belah. Bangsa ini dibangun di atas fondasi keberagaman yang indah. Satu peristiwa tidak akan pernah menghapus ikatan persaudaraan antaranak bangsa. Tegas Melvrid.

Mari kita jaga kondusifitas Jakarta dan seluruh wilayah Indonesia. Tetap tenang, utamakan dialog, dan hormati proses hukum yang sedang berjalan. Tutup Melvrid

Tags :

Terkini

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jakarta Bergerak. Kami Merekam

Kami hadir untuk menyajikan informasi yang relevan, akurat, dan inspiratif.

VibesJakarta @2024. All Rights Reserved.