Oleh: Ali Mansur Monesa
Kader SEMMI DIY
Serikat mahasiswa muslimin indonesia dinamika di tubuh organisasi serumpung Sarekat Islam harusnya di kembalikan kepada induknya bukan melampaui aturan sebagai kader yang ideologis.
Dalam setiap organisasi, ada dua jenis manusia. Pertama, kader ideologis yang membangun organisasi dengan darah dan gagasan. Kedua, makelar organisasi yang menjadikan organisasi sebagai lapak untuk mencari keuntungan.
Dan hari ini, SEMMI sedang dikepung oleh jenis yang kedua.
Ali kembali menegaskan :
Saya katakan dengan jujur: Jika keputusan organisasi diserahkan kepada para makelar, maka jangan pernah berharap akan lahir pemimpin yang hebat. Yang akan lahir hanyalah pemimpin yang medioker. Biasa-biasa saja. Rata-rata. Tidak punya nyali dan tidak punya gagasan.
Karena makelar tidak pernah berpikir tentang masa depan organisasi. Makelar hanya berpikir tentang transaksi hari ini. Siapa yang bisa dibarter, siapa yang bisa dijual, dan siapa yang bisa dibeli.
Lihatlah gejala-gejala makelar di tubuh SEMMI hari ini:
1. Organisasi Dijadikan Komoditas. Nama besar Syarikat Islam dan SEMMI yang dibangun dengan darah sejak 1905 dan 1956, dijual murah untuk mendapatkan akses ke pejabat, proyek, dan jabatan. Bukan lagi untuk perjuangan umat saatny kemabli pada garis ideologis.
2. Kaderisasi Dimatikan, Transaksi Dihidupkan. Makelar tidak suka kader kritis. Makelar suka kader yang nurut dan bisa diatur. Hasilnya, kader-kader terbaik yang militan tersingkir, dan yang naik justru kader-kader medioker yang hanya pandai mengangguk.
3. Induk Yang Sah Dikhianati. Secara sejarah, SEMMI hanya satu dan sah di bawah naungan Syarikat Islam Indonesia. Tapi karena ulah makelar, muncul SEMMI tandingan. SEMMI yang induknya tidak jelas, asal bisa dapat stempel dan SK. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap sejarah.
Ingat hukum besi organisasi: Keputusan makelar akan melahirkan pemimpin yang medioker, dan pemimpin yang medioker akan melahirkan organisasi yang mati.
SEMMI tidak boleh mati di tangan para makelar.
SEMMI lahir dari rahim Syarikat Islam, organisasi pergerakan tertua di republik ini. Didirikan oleh Arudji Kartawinata atas mandat PSII tahun 1955. Sejak awal, ruh SEMMI adalah ruh perlawanan, keislaman, dan keindonesiaan. Bukan ruh percaloan.
Tutup Ali : saya menyerukan kepada seluruh kader SEMMI di seluruh Indonesia:
Kader SEMMI Jangan diam. Mari bersama sama kita Lawan makelar organisasi. Kembalikan SEMMI pada induknya yang sah dan tunggal, yaitu Syarikat Islam Indonesia yang berkedudukan di Menteng Jakarta.
Tanpa itu, kita akan kembali ke hukum rimba: _Homo Homini Lupus_ SEMMI akan menjadi serigala bagi SEMMI-nya sendiri, saling menerkam hanya karena jabatan medioker yang diperebutkan.
Saatnya SEMMI kembali ke khittah, Saatnya membersihkan SEMMI dari makelar seajara mencacat bahwa sarekat Islam adalah tempat di mana tokoh dan pemikir bangsa ini di lahirkan
SEMMI Satu, Syarikat Islam Jaya








